Pengikut

Jumat, 17 Maret 2017

meneladani ahlak Rosulullah

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Akhlak Rasulullah sebagai Suri Tauladan  ini dapat tersusun dengan baik. Shalawat serta salam senantiasa kami panjatkan kepada Rasulullah SAW serta keluarga, sahabat, para tabi’in dan para umatnya hingga akhir zaman.
Dalam penulisan makalah ini kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, khususnya kepada:
1. Dr.Mafthukin,M.Ag selaku Rektor IAIN Tulungagung yang telah memberikan fasilitas sebaik-baiknya bagi kami.
2. Moh. Mashudi, M.Pd.I selaku Dosen Mata Kuliah  Akhlak Tasawuf.
3. Orangtua yang telah memberikan do’a dan dorongan kepada kami serta pengertian yang besar kepada kami dalam melaksanakan tugas makalah ini.
4. Serta teman-teman yang telah membantu dan memberi semangat kepada kami.
Namun, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Kita sebagai makhluk-Nya pastilah tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun bagi kami. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami dan dapat dijadikan sebagai objek referensi.




Tulungagung, 27  September  2016


Penyusun


DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................1
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
BAB I : PENDAHULUAN.....................................................................................3
BAB II : PEMBAHASAN.......................................................................................4
A. Akhlak Rasulullah saw................................................................................4
B. Meneladani akhlak Rasulullah saw.........................................................4
1. Akhlak Rasululluh saw. sebagai pribadi...........................................4
2. Akhlak Rasululluh saw. dalam rumah tangga....................................8
3. Akhlak Rasululluh saw. dalam kehidupan sosial...............................10
BAB III : PENUTUP.............................................................................................12
A. Kesimpulan................................................................................................12
B. Saran...........................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14








BAB I
PENDAHULUAN

Dalam Al-Qur’an surat al-Hasyir ayat 7 dan al-ahzaab ayat 21, tampak jelas kedudukan Rasulullah saw. dalam agama. Maka, melalui jalan beliau serta melalui sabda dan tindakan beliau, kita mendapatkan tuntunan tentang ajaran islam. Oleh karena itu, pandangan mata dan pendengaran kaum muslimin terfokuskan pada Rasulullah saw. untuk meneladani tindakan beliau, melaksanakan perintah beliau, melaksanakan perintah beliau dan meninggalkan larangan beliau.
Dari sini pengetahuan Rasulullah saw. bukanlah sesuatu yang skunder sifatnya dalam kehidupan seorang muslim, melainkan ia adalah salah satu fardhu dan kewajiaban. “ karena kebahagiaan seorang hamba di dua alam (yaitu alam dunia dan alam akhirat) tergantung dengan tuntutan Rasulullahsaw. Oleh karena itu, wajib bagi orang yang ingin menasihati dirinya dan ingin mendapatkan keberhasilan dan kebahagiaan untuk mengetahui tuntunan, sirah, dan profil beliau yang membuat dirinya keluar dari kelompok orang yang tak tahu tantang beliau, dan masuk ke dalam kelompok pengikut, golongan, dan partai beliau.”
Kita sebagaai seorang muslim haruslah mempelajari sirah Rasulullah saw., prinsip-prinsip ajaran beliau, mengetahui sifat-sifat dan akhlak beliau, serta adab beliau dalam bertindak dan diam.  Seperti yang telah dijelaskan di atas, di dalam makalah ini akan dibahas mengenai:
A. Akhlak Rasululluh saw. dan
B. Meneladani akhlak Rasulullah saw.
1. Akhlak Rasululluh saw. sebagai pribadi
2. Akhlak Rasululluh saw. dalam rumah tangga
3. Akhlak Rasululluh saw. dalam kehidupan sosial

BAB II
PEMBAHASAN
A. Akhlak Rasulullah saw.
Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi dan Rasul terakhir, suka dukanya sangat banyak. Sejak kecil beliau sudah yatim-piatu. Akhlaknya dipuji oleh semua orang, termasuk orang-orang kafir Quraisy. Beliau dijuluki sebagai Al-Amin, yaitu orang yang jujur dan terpecaya.
Nabi Muhammad SAW. adalah penyebar kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Beliau sangat pemaaf meskipun kepada orang yang telah menyakitinya. Bahkan, beliau menengok orang yang setiap hari meludahinya. Beliau pun orang yang tegas kepada orang kafir. Beliau menolak melakukan pengkhianatan kepada Allah SWT. meskipun diberi harta yang berlimpah.
Dalam 100 tokoh terkemuka di dunia, Nabi Muhammad SAW. menduduki peringkat pertama, sebagai orang paling berpengaruh di dunia. Beliau peletak dasar Negara Modern di Madinah yang merumuskan perjanjian yang adil dan demokratis di tengah-tengah masyarakat sukuistik dan pemeluk Yahudi dan Nasrani. Sebagai politisi, beliau dikagumi oleh para raja dan penguasa yang kafir. Beliau adalah pembela kaum fakir dan miskin yang memilih hidup dalam kefakiran dan kemiskinan.  Akhlak Nabi Muahammad SAW. sebagai ayah dari anak-anaknya, suami dan isitri-istrinya, komandan perang, mbaligh, imam, hakim, pedagang, petani, penggembala, dan sebagainya merupakan akhlak yang pantas diteladani.  
B. Meneladani akhlak Rasulullah saw.
1. Akhlak Rasulullah saw. sebagai pribadi
a. Pemalu
Pemalu adalah sifat yang mendorong seseorang untuk menjauhi hal yang buruk dan menghalanginya untuk mengambil hak orang lain.
Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
اَلْحَيَاءُمِنَ اْلإِيْمَانِ، وَالْإِيْمَانُ فِي الْجَنَّةِ، وَالبَذَاءُ مِنَ الْجَفَاءِ وَالْجَفَاءُ فِي النَّارِ
"Malu adalah sebagian dari iman dan iman itu di surga. Sedangkan sikap tidak sopan adalah bagian dari buruknya perangai, dan perangai yang buruk adalah di neraka."
Imam Malik meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Thalhah bin Rukanah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
إن لكل دين خلقا وخلق الاسلام الحياء
"Semua agama mempunyai ajaran akhlak, dan akhlak dalam Islam adalah sifat malu."
Dalam kitab Akhlaaqun Nabi, al-Ashbahani meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Sa'id al-Khudri r.a berkata, "Rasulullah saw. lebih pemalu dari perawan yang dipingit, jika beliau tidak menyukai sesuatu kami dapat mengetahuinya dari raut wajah beliau."
b. Menjaga Amanah, Memenuhi Janji, dan Jujur
Al-Kharaithi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubadah bin Shamit r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
 لي بست أتقبل لكم الخنةتقبلوا
"Kabulkanlah enam hal dariku, maka aku akan mengabulkan surga bagi kalian."
Lalu para sahabat bertanya, "Apa enam hal tersebut wahai Rasulullah?"
Rasulullah saw. menjawab,
إذا حدث أحدكم فلا يكذب، وإذا وعد فلا يخلف، وإذا اؤتمن فلا يخن، وغضوا أبصار كم واحفضوا فروجكم، وكفوا أيديكم
"Apabila kalian berbicara janganlah berdusta, jika berjanji janganlah tidak menepati, jika diberi amanah janganlah berkhianat dan jagalah mata kalian, kemaluan kalian serta tahanlah tangan kalian."
Imam Ahmad dalam musnadnya meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya,
"Tiga hal ada dalam diri seorang munafik: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari dan jika diberi amanah ia berkhianat. Ia adalah seorang munafik walaupun menunaikan shalat, berpuasa dan mengaku sebagai seorang muslim."
c. Pemaaf dan Tawadhu
Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله رجلا يعفو إلا عزا وما من أحد تواضع الله إلا رفعه الله عز وجل
"Harta tidaklah berkurang karena disedekahkan, orang yang pemaaf akan semakin dimuliakan oleh Allah dan orang tawadhu akan diangkat derajatnya oleh-Nya."
Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa Abu Abdullah al-Jadali r.a berkata, "Suatu hari aku bertanya kepada Aisyah r.a tentang akhlak Nabi saw." Ia menjawab, "Beliau tidak pernah bersikap kasar, tidak pernah berteriak di pasar, dan tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi belaiau selalu memaafkan."
Al-Ashbahani meriwayatkan bahwa asy-Syifa' berkata, "Suatu hari aku mendatangi Rasulullah saw. untuk meminta sesuatu, lalu beliau meminta maaf kepadaku karena tidak mempunyai apa-apa untuk diberikan kepadaku."
d. Dermawan, Murah Hati, Rela Berkorban, dan Lapang Dada
Al-Baghawi dalam kitab Syarhus Sunnah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
إن الله عز وجل قال: أنفق عليك، ويد الله مللأي لا يغيضها نفقة سحاء الليل واللنهار
"Allah azza wa jalla befirman, 'Bersedekahlah niscaya aku akan memberi sedekah kepadamu.' Sesungguhnya tangan Allah itu penuh, tidak berkurang dengan memberi nafkah kepada peminta-minta di malam hari dan di siang hari."
Al-Kharaithi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubadah ibnush-Shamit r.a bahwa sesorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, perbuatan apa yang paling utama ?"
Rasulullah menjawab, "Iman kepada Allah, membenarkan-Nya, dan jihad di jalan-Nya."
Laki-laki tersebut berkata, "Saya ingin yang lebih ringan wahai Rasulullah."
Rasulullah saw. pun menjawab, "Bersikap toleran dan sabar."
e. Lemah Lembut, Penyayang, dan Penyabar
Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jarir bin Abdullah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ يْحْرَمُ الْخَيْرَ
"Orang yang tidak mempunyai sikap lemah lembut tidakklah mempunyai kebaikan sama sekali."
Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Asyaj Abdul Qais,
 فيك خصلتين يحبهما الله الحلم والأناةان
"Engkau mempunyai dua sifat yang disukai Allah, yaitu penyabar dan toleran."
f. Berlaku Adil Kepada Orang Lain
Al-Kharaithi meriwayatkan dengan sanadnya dari Amar bin Yasir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
لايستكمل العبد الإيمان حتى يكون فيه ثلاث خصال
"Tidak sempurna iman seorang hamba hingga ia mempunyai tiga perilaku."
Kemudian Amar bertanya, "Apa ketiga perilaku itu ?"
Rasulullah saw. pun menjawab,
الإنفاق من الإقتار والءنصاف من نفسه وبذل السلام
"Memberi sedekah dalam keadaan susah, berlaku adil terhadap diri sendiri, dan menebarkan salam."

2. Akhlak Rasulullah saw. dalam rumah tangga
a. Mudah tersenyum dan tertawa
Di rumahnya, Rasululloh SAW. menjadi teladan yang patut ditiru bagi para suami, ayah dan kakek. Di rumahnya beliau merupakan manusia yang paling mudah tersenyum dan tertawa. Beliau berdialog dan bercengkrama bersama para istrinya. Mereka pun tak segan berdialog den bercengkrama dengan beliau. Tetapi bila waktu shalat tiba, beliau bergegas melaksanakan shalat. Beliau bersikap lemah lembut dengan para istrinya, dan memperlakukan dengan adil diantara mereka.
Ibnu Sa'ad meriwayatkan dalam kitab ath-Thabaqaat al-Kubraa dengan sanadnya dari Amrah bertanya kepada Aisyah r.a. "Bagaimana Rasulullah saw. ketika berada di rumah ?"
Aisyah menjawab, "Beliau adalah orang yang paling lembut dan paling dermawan, beliau juga sama dengan suami-suami kalian hanya saja beliau banyak tersenyum."
Al-Hakim dalam al-Mustadrak meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
خير كم خير كم للنساء
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istri-istrinya."

b. Mandiri
Untuk hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan rumah tangga , beliau memerah susu kambingnya, menambal bajunya, dan menjahit sandalnya. Juga mengerjakan urusan pribadinya sendiri, menyapu rumah, memberikan minum ke hewan ternaknya, dan makan bersama para pembantunya.

c. Tegas dan bijaksana
Beliau bermain riang bersama para cucunya, mempersilahkan punggung beliau yang mulia untuk ditunggangi mereka. Beliau bercanda, tertawa, mengajarkan ilmu dan akhlak, mengajak musyawarah, tegas  dan bijaksana, menganggap baik sesuatu, dan berhias diri. Juga perbuatan lainya yang termasuk dalam sifat ketinggian budi pekerti, keindahan, kerendahan hati dan keindahan dalam bersikap.

3. Akhlak Rasulullah saw. Dalam Kehidupan Sosial
a. Selalu Memiliki Sifat Lapang Dada, Keluesan, dan Kedamaian Hati
Rasulullah saw. merupakan makhluk yang paling sempurna di dalam kepemilikan sifat-sifat yang menjadai faktor utama kelapangan dada, keluasan, dan kedamaian hati serta kehidupan ruh. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna di dalam merasakan kelapangan, keluasaan dan kedamaian hati ini, di samping kelebihan yang diberikan kepada Beliau berupa keluasaan dan kelapangan yang dapat dirasakan dengan indra.

b. Mendengarkan pendapat orang lain
Rasululloh saw. menjadi contoh yang patut di teladani dalam segala hal yang menyangkut kehidupan sosial. Beliau selalu berusaha manyatukan manusia bukan mencerai-beraikan mereka saling menghormati dan menghargai diantara para sahabat. Beliau selalu memberikan giliran para pendengarnya untuk mengeluarkan pendapat dan membagi perhatian di antara mereka hingga satu sama lainya menyangka bahwa dialah yang paling dimuliakan di sisi beliau dibanding lainya.
c. Menghargai kepada orang non muslim
Kepada orang-orang non muslim, beliau memperlakukan mereka dengan adil dan benar. Memperlakukan dengan baik siapa saja yang berada dalam jaminan dan perjanjian dengan beliau. Juga menepati janji diantara mereka. Beliau memberikan pesan kepada kaum muslimin untuk menjaga orang-orang non muslim serta melarang menyakiti mereka. Namun jika mereka mengkhianati dan melanggar perjanjian yang telah disepakati, maka beliau adalah orang yang paling tegas dank eras kepada mereka.





BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi dan Rasul terakhir. Akhlaknya dipuji oleh semua orang, termasuk orang-orang kafir Quraisy. Beliau dijuluki sebagai Al-Amin, yaitu orang yang jujur dan terpecaya. Akhlak Nabi Muahammad SAW. sebagai ayah dari anak-anaknya, suami dan isitri-istrinya, komandan perang, mbaligh, imam, hakim, pedagang, petani, penggembala, dan sebagainya merupakan akhlak yang pantas diteladani.
Keteladanan Rasulullah sebagai pribadi, yaitu dalam pribadi Rasululloh saw. terkumpul sifat-sifat sempurna bagi manusia yang tak pernah dimiliki oleh manusia selain beliau. Di antaranya jiwa yang sellau ceria, akal yang cemerlang, perasaan yang tajam, lisan yang fasih, cermat dan teliti dalam pengamalan, ketekunan dan kesungguhan diri, merawat perbuatan mulia serta menjahui perbuatan tercela.
Keteladanan Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga, yaitu di rumahnya, Rasululloh SAW. menjadi teladan yang patut ditiru bagi para suami, ayah dan kakek. Di rumahnya beliau merupakan manusia yang paling mudah tersenyum dan tertawa. Beliau berdialog dan bercengkrama bersama para istrinya. Mereka pun tak segan berdialog den bercengkrama dengan beliau. Tetapi bila waktu shalat tiba, beliau bergegas melaksanakan shalat. Beliau bersikap lemah lembut dengan para istrinya, dan memperlakukan dengan adil diantara mereka.
Keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial, yaitu Rasululloh saw. menjadi teladan masyarakat yang tiada duanya dalam hal keindahan sikap dan tingkah laku serta dalam berhubungan dengan seluruh manusia. Rasululloh saw. menjadi contoh yang patut di teladani dalam segala hal yang menyangkut kehidupan sosial. Beliau selalu berusaha manyatukan manusia bukan mencerai-beraikan mereka saling menghormati dan menghargai diantara para sahabat.
B. Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada teman-teman sesama mahasiswa untuk mencari informasi lain sebagai tambahan dari apa yang telah kami uraikan di atas.




DAFTAR PUSTAKA
Al-Mu’adz, Nabil Hamid. 2004. Bagaimana Mencintai Rasululloh. Jakarta: Gema Insani.
Asy-Syami, Sholeh Ahmad. 2005. Berakhlak & Beradab Mulia Contoh-contoh dari Rasulullah. Jakarta: Gema Insani.
Beni, Ahmad. 2010. Ilmu Akhlak. Bandung: CV Pustaka Setia.
Mahmud, Ali Abdul Halim. 2004. Akhlak Mulia. Jakarta: Gema Insani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar