Pengikut

Jumat, 17 Maret 2017

masa islam di Spanyol

SEJARAH MASUK DAN KEJAYAAN ISLAM DI ANDALUSIA
A.      PENDAHULUAN
Ketika islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang , yang kemudian dikenal dengan Renaissance.  Kebangkitan itu terjadi pada setiap bidang kehidupan, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan islam pada banyak bidang, terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kenyataanya, Negara-negara eropa berhasil bangkit kembali karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang ternyata bersumber dari spanyol. Sedangkan spanyol berkembang ilmu pengetahuan dan teknologinya berkat Islam.
Dari spanyol islam itulah eropa banyak mengambil ilmu pengetahuan, pada masa puncak kejayaan islam di spanyol kota kordoba dan Granada muncul sebagai pusat-pusat peradaban islam yang menyaingi Baghdad di timur. Oleh karena itu banyak pelajar eropa baik Kristen,katolik, maupun yahudi  yang belajar di perguruan tinggi islam.
Penduduk keturunan spanyol dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori yaitu: kelompok yang telah memeluk islam, kelompok yang tetap pada keyakinannya tapi banyak meniru adat istiadat bangsa Arab (musta’ribah), orang yang tetap berpegang teguh pada keyakinan nenek moyang dan adat istiadatnya. Karena ada banyaknya perbedaan antara spanyol sebelum masuknya islam dengan seudah spanyol terpengaruh islam.
Berdasarkan hal diatas di dalam makalah ini akan dibahas :
1). Sejarah masuknya Islam ke Andalusia;
2). Kemajuan islam di Andalusia.
3). Faktor yang mempengaruhi kemajuan islam di Andalusia




B. PEMBAHASAN
1.  Sejarah Masuknya Islam di Spanyol 
Andalusia yang kita kenal sekarang semula disebut Vandal yang artinya negeri bangsa Vandal, yang kemudian oleh bangsa Arab disebut Andalusia. Peradaban Islam di Afrika dan Spanyol bermula dari serangkaian penaklukan oleh bangsa Arab pada abad ketujuh dan kedelapan, yang dilancarkan melalui kota Mesir. Penaklukan bangsa Arab mulai berkembang, dan sampai pada Spanyol kira-kira tahun 711 M. Spanyol diduduki umat Islam pada zaman   Khalifah Walid (750-715 M), salah seorang Khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukkan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Bani Umayyah. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Islam masuk tanah subur Spanyol ini, dengan cara penaklukan atau ekspedisi. Dalam hal penaklukan itu, ada tiga nama   yang patut dicatat paling berjasa dalam sejarah penaklukan negeri tersebut. Mereka adalah Tarif ibnu Malik, Tariq ibnu Ziyad, dan Musa ibnu Nusair. Mereka bertiga mempunyai peranan sendiri-sendiri. Tarif ibnu Malik bersama pasukannya adalah rombongan yang pertama kali melakukan penyerbuan, pada tahun 91H. Tarif dan pasukannya melintasi selat yang menghubungkan antara benua Eropa dan Afrika dengan satu pasukan perang, 500 orang diantaranya adalah tentara berkuda. Mereka menumpang empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu, Tarif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. 
Suksesnya ekspedisi yang dicapai oleh Tarif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol saat itu, mendorong Gubernur Afrika utara yang berpusat di Qairuwan, yakni Musa ibnu Nusair   untuk mengusai wilayah subur dibagian Barat Daya Eropa. Tariq ibnu ziyad diberi tugas untuk menaklukkan negeri hijau itu, dengan menyiapkan pasukan yang berjumlah 7000 personil. Mereka menyeberangi selat antara Afrika Utara dan Eropa itu dengan kapal-kapal yang telah disediakan oleh Julian sebagaimana   penyebrangan pertama kali yang dilakukan Tarif. Pasukannya mendarat di sebuah gunung yang terkenal dengan nama Gibraltal (Jabal Tariq). Penaklukan yang   dipimpin Tariq ini berakhir dengan kemenangan yang gemilang terjadi pada bulan Rajab tahun 92 H. Rupanya Musa ibnu Nusair sendiri juga ingin berpartisipasi   dalam peperangan menaklukkan negeri hijau yang subur itu. Ia berhasil menaklukan kota yang sangat kuat tersebut, selanjutnya ia taklukan kota Sevilla. Musa ibnu Nusair melanjutkan ekspedisinya hingga bertemu pasukan Tariq ibnu Ziad di Toledo. Mereka besama-sama meneruskan penaklukan ke utara, ke kota Saragossa dan Navarre.
Sejak jatuhnya wilayah Andalusia ke tangan pemenrintahan daulah Umayah, ada sekitar 6 orang gubernur yang bertugas mewakili pemerintahan , yaitu:
1.    Abdul Aziz bin Musa bin Nusair yang berkuasa selama 2 tahun sejak 95-97 H/ 715-717 M. Pada masa pemerintahannya dapat dikuasai beberapa wilayah yang belum tunduk seperti Evora, Santarem,Cambra,, Malaga, Ellira.
2.    Ayub bin Habib pada masa pemerintahannyaCordova dijadikan sebagai pusat pemerintahan.
3.    Al-Harun bin Abdurrahman al-tsaqifi.
4.    Saman bin Malik al Khulani
5.    Anbasah. Pada masa pemerintahannya ia berhasil menguasai wilayah Gallia, Setpimia, dan lembah sungai Rhone.
6.    Abdul Rahman al-Ghafiqi. Pada masa pemerintahannya ia dapat menguasai daerah Hertogdom dan Aquitania yang termasuk wilayah kekuasaan Prancis.
Enam gubernur tadilah yang amat berjasa dalam perluasan wilayah ke Eropa. Ketika bani Abbasiyah berkuasa para keluarga Bani Umayah yang dikejar-kejar dan ditangkap. Mereka dipenjarakan dan ada yang dibunuh, dari sinilah ada seorang keluarga bani Umayah yang selamat, ia adalah Abdurrahman al-Dhakil. Melalui usaha yang gigih dari Palestina dan Afrika Utara ia bisa memasuki daerah Andalusia. Memanfaatkan keadaan Andalusia yang dipimpin oleh Yusuf bin Abdurrahman al-Fikry yang sedang terjadi pertentangan, Abdurrahman al-Dhakil mendapat banyak pengikut yang menyebabkan Yusuf marah. Akhirnya timbulah pertempuran di dekat Cordova pada tahun 139 H/ 758 M. Peperangan ini dimenangkan Abdurrahman yang menjadi tanda berdirinya daulah Bani Umayah di Andalusia.
Adapun ada beberapa amir yang terkenal di Andalusia adalah Abdurrahman al-Dhakil, Hisyam ibn Abdurrahman, Al-Hakam ibn Hisyam, Abdurrahman II, Abdurrahman III, Al-Hakam II, Hisyam II.
2. Kemajuan Islam di Spanyol 
a.     Bidang ilmu pengetahuan, perkembangan tidak hanya meliputi ilmu pengetahuan agama saja tetapi juga ilmu pengetahuan umum sepeti ilmu kedokteran, filsafat, astronomi, ilmu pasti, ilmu bumi, ilmu sejarah dsb. Kota yang menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan antara lain adalah Damaskus, Kuffah, Mekkah, Madinah, Mesir, Cordova, Granada dengan masjid sebagai pusat pengajarannya selain madrasah atau lembaga pendidikan yang ada.
·         Filsafat : Hal ini terjadi pada tahun 961-976 M, atas inisiatif al-Hakam untuk mengimpor karya-karya ilmiah dan filosofis dari Timur, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di Dunia Islam. Tokoh utama dan pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah  Abu Bakr Muhammad ibn al sayigh (Ibnu Majah).
·         Sains : Ilmu-ilmu kedokteran, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Farnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi (Syalabi,1983:86). Dalam bidang sejarah dan geografi terdapat Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M), Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) dan lain-lain.
·         Fikih : Spanyol Islam adalah penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan pertama adalah  Ziyad ibn abd al-Rahman.
·         Musik dan Kesenian : Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan ibn Nafi (Zaryab).
·         Bahasa dan Sastra : Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam Spanyol dan ini dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non Islam. Diantara orang-orang yang ahli dalam bahasa Arab dan tata bahasa adalah Ibn Sayyidih, Ibn Khuruf dan lain-lainnya.
b.        Kemajuan pembangunan fisik
Pembangunan-pembangunan fisik yang menonjol adalah pembangunan gedung-gedung, seperti pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman dan tanaman-tanaman. Di antara pembangunan yang megah adalah Masjid Cordova, kota al-Zahra, Istana Ja’fariyah di Saragosa, tembok Toledo, Istana al-Makmun, Masjid Seville dan Istana al-Hamra di Granada. Cordova dan Granada di masa Bani Umayah mengalami perkembangan yang pesat. Banyak pembangunan yang dilaksanakan, seperti Istana dan Masjid-masjid. Kota ini di perluas dengan memperbesar tembok yang mengelilinginya. Dan berdirinya sebuah jembatan dengan gaya arsitektur Islam yang mempunyai 16 lengkungan dalam gaya Romawi,menghubungkan Cordova dengan daerah pinggiran di gerbang sungai. Sedangkan di sebelah Barat jambatan itu berdiri Istana al-Cazar. Perkembangan ini terjadi pada masa pemerintahan Abdurrahman An-Nasir di pertengahan abad ke-10 M. Cordova juga terkenal dengan barang-barang kerajinan dari perak, sulaman-sulaman dari sutra dan kulit, yang mempunyai bentuk khusus. Pada masa ini Cordova menjadi pusat Ilmu Pengetahuan, dan berdirinya Universitas Cordova. Di samping itu, di kota ini terdapat sebuah perpustakaan besar yang mempunyai koleksi buku kira-kira 400.000 judul.
·         Cordova  
Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang kemudian diambil alih oleh  Bani Umayyah, Abdurrahman Ad-Dakhil (822-852 M). Kemudian mencapai   puncak keindahannya pada masa Abdurrahman An Nasyir (911-961 M). Kota ini indah dipandang mata. Jembatan besar dibangaun di atas sungai yang mengalir di tengah kota. Taman-taman dibangun untuk menghiasi. Pohon-pohon dan bunga-bunga di impor dari Timur. Diantara kebanggaan kota Cordova adalah masjid Cordova. Di kota Cordova terdapat 491 masjid. Disamping itu, ciri khusus kota adalah adanya tempat pemandian. Di Cordova  terdapat 900 pemandian.
·         Granada
Granada memiliki tanah yang subur, banyak pegunungan dan sungai-sungai. Pada  sebuah bukit kecil yang tingginya 150 meter di atas kota Granada terdapat sebuah istana yang indah yang dibuat oleh raja Bani Akhmar dan diberi nama Al-Hamrah. Al-Hamrah merupakan istana yang permai yang megah dan puncak ketinggian arsitektur Spanyol Islam. Istana itu dikelilingi taman-taman yang tidak kalah indahnya. Sedangkan dalam bidang pertanian, Spanyol sudah mengenal irigasi dan saluran-saluran air. Dengan pembangunan irigasi yang baik mereka dapat membangun kebun-kebun tebu, kapas, padi, jeruk, anggur. Kemajuan dalam   bidang ini membawa kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Karena kemajuan ekonomi Spanyol mampu membangun beberapa kota yang megah dan   mempunyai banyak bangunan yang monumental. Abdurrahman III membangun kota Cordova dilengkapi dengan taman, Istana, jalan-jalan, masjid, perpustakaan. Kota termegah adalah Az-Zahrah yang dibangun oleh Abdurrahman  III  dan kota   Granada yang cantik yang memiliki al-Hamrah terkenal di seluruh dunia.
c.       Kemajuan di bidang ekonomi
Awal berdirinya daulah Umayah di Andalusia Abdurrahman al-Dhakil membangun irigasi-irigasi untuk keperluan pertanian. Bahkan disebutkan pada masa itu tidak ada sejengkal tanah pun yang tidak menjadi lading pertanian.
d.      Kemajuan di bidang politik
Sebelum kedatangan islam ke Andalusia telah banyak terjadi pemberontakan dan pertentangan. Ketika islam masuk para pemimpin umat islam mampu menumpas pemberontakan-pemberontakan tersebut.
e.       Kemajuan di bidang pertahanan
Untuk meningkatkan kekuatan dalam menangani keamaan, pada masa bani umayah mengambil budak belian yang telah masuk islam, mereka dilatih pendidikan militer yang keras sehingga menjadi anggota militer yang patuh dan disiplin. Hal ini dilakukan untuk mengganti tentara yang dahulunnya dari bangsa Arab, Barbar dan Muwallidin yang tidak dapat dipercaya karena mengadakan pemberontakan.
Selain itu untuk mempermudah dalam perluasan wilayah, daulah umayah juga mendirikan Angkatan Laut
3. Faktor-faktor pendukung kemajuan
Kemajuan-kemajuan yang terjadi di Spanyol Islam di pengaruhi oleh beberapa faktor:
a. Adanya penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan ummat Islam, seperti Abdurrahman al-Dakhil, Abd al-Rahman-Wasith dan Abd al-Rahman al-Nasir.
b. Adanya kebijaksanaan penguasa untuk mempelopori kegiatan-kegiatan ilmiah   oleh penguasa Dinasti Umayyah di Spanyol.
c. Penguasa menegakkan toleransi beragama terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam mewujudkan peradaban Islam di Spanyol.
d. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai komonitas baik agama maupun bangsa sehingga mereka bekerjasama dan menyumbangkan kelebihannya masing-masing.
e. Adanya kesatuan budaya Islam. Meskipun pada saat itu ada persaingan sengit antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol tapi para ilmuwan bebas melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu mulai  dari ujung Barat wilayah Islam  ke  ujung  timur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar